Posted by : karim benzema Sabtu, 17 November 2012


PHOENIX BIOS Setup Utility
Dalam BIOS ini terdapat beberapa menu utama yang digunakan yaitu:
1.    Main Menu
2.    Advanced Menu
3.    Security Menu
4.    Power Menu
5.    Boot Menu
6.    Exit Menu
Dimana masing-masing menu tersebut mempunyai fungsi tertentu dan akan dijabarkan kemudian. Dalam BIOS kita tidak dapat menggunaka mouse controller dalam BIOS sehingga apabila kita ingin mengubah setting dari BIOS dapat kita lakukan dengan keyboard. Adapun fungsi dari papan tombol yang diguankan dalam BIOS antara lain:
F1 : help
ESC : exit
Tanda panah atas-bawah : select item
Tanda panah kiri-kanan : select menu
Tanda -/+ : change values
Enter : select sub menu
F9 : setup defaults
F10 : save and exit

MAIN MENU
·         Language
Diguanakan untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS
·         System Time [XX : XX : XX]
Pada menu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock.apabila kita salah mensetting real time clock hal ini dapat pula menimbulkan masalah pada program komputer kita. Bila kita sudah mensetting real time tersebut kita dapat men-save atau menyimpan hasil setting tersebut, untuk selanjutnya kita matikan komputer kita.lima menit kemudian,komputer dapat kita start-up lagi,kita periksa tanggal yang ada dengan bantuan perintah date dalam DOS-mode.
·         System Date [XX / XX /XXXX]
Pada menu ini untuk membuat setting tanggal yang sesuai dengan real time clock.
·         Dskette A [1,44/1,25 MB 3,5’’]
Diskette B [disabled]
Pada bagian ini diguanakan untuk mengkonfiguraskan floppy disk yang akan digunakan.Pilihan yang ada akan menentukan ukura disk dan juga kapasitasnya.Biasanya ukuran floppy disk adalah 3,5’’ dan 5,25’’ sedangakan kapasitasnya bermacam-macam.Pada komputer ini menggunakan floppy drive A dengan ukuran 3,5’’ dengan kapasiatasnya 1,44’’ MB. Bila kita tidak memasang dsisk drive pada komputer kita maka kita pilih none.
·         Primary Master [4310 MB]
Pada sub menu ini terdapat beberapa pengaturanyang lainya,yaitu:
1.    Type [auto]
User : Hardisk driver diatur pada menu ini
Auto : Pada menu ini terdapat pengaturan untuk auto type hardisk drive
CD/DVD-ROM : Pada menu ini terdapat pengaturan CD-ROM
ATAPI Removable : Disk drivedapat dipindahkan pada menu ini
IDE Removable : Pengaturan IDE terdapat pada ini
2.    Max capacity [4310]
3.    Multisector Transfers [16 sectors]
4.    LBA Mode Control [enabled]
5.    32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
6.    Transfer mode [FPI0 4/ DMA 2]
7.    Ultra DMA Mode [Mode 2]
8.    SMART Monitoring [enabled]

·         Primary Slave [none]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
·         Secondary Master [CD/DVD-ROM]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfer [8 sectors]
3. LBA Mode Control [enabled]

4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
5. Transfer mode [FPI0 4/DMA 2]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
·         Secondary slave
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
·         CPU Type Pentium II
·         CPU Speed 400 MHz
·         Cache RAM 512 KB
·         System Memory 640 KB
·         Extended Memory 63 KB

ADVANCED MENU
Setup warning
Pengaturan item pada menu ini jika terjadi kesalahan akan menyebabkan sistem akan gagal dalam proses pemakaian.
·         Installed OS [win 95/win 98 APM]
Kita dapat memilih sistem operasi yang kita perlukan,dilihat dari sistem kita dimana kita lebih banyak menggunakan sistem tersebut. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sutu pengaturan salah satu dapat menyebabkan beberapa sistem operasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.


·         Reset Configuration Data [no]
Pnp yang tersimpan pada blok ESCD (extended system configuration data).Pilihlah salah satu pernyataan ‘YES’ jika ingin menghapus sistem configurasi data yang ada. Atau pada sistem BIOS yang lain digunakan enabled maka BIOS akan menghapus data ESCD, tapi hanya sekali saja. Setelah pilihan ini akan berubah menjadi disabled secara otomatis.
·         Large Disk Acces Mode [DOS]
Dalam item ini terdapat beberapa pilihan seperti UNIX, Novell Netware atau sistem operasi yang lain,kita dapat memilih salah satu.
·         Keyboard featurer
1.    Numlock [auto]
Menu ini akan menentukan kedudukan atau status dari keyboard (numlock).apabila pada posisi enabled, maka BIOS akan mengaktifkan fungsi numlock pada saat booting.
2.    Keyclik [disabled]
Enabled keyclik

3.    Keyboard auto repeat rate [30/sec]
Select key repeat rate
4.    Keyboard auto repeat delay [1/2sec]
Select delay before key repea.
·         PCI Configuration
Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.
·         PCI device, slot # 1
·         PCI device, slot # 2
·         PCI device, slot # 3
·         PCI device, slot # 4
·         PCI device, slot # 5

Masing-masing susunan konfigurasi tersebut mempunyai bagian :
·         Option ROM icon [enabled]
Initialize device expansion ROM
·         Enable master [enabled]
Enable selected device as a PCI bus master.
·         Latency Timer [0040h]
Minimum guaranteed time slice alloted for bus master in units of pcu bus clock
·         PCI/PnP ISA UMB region exclusion
Merupakan pemesanan memori spesifik bagian atas yang akan digunakan oleh ISA
C800-CBFF [available]
CC00-CFFF [available]
D000-D3FF [available]
D400-D7FF [available]
D800-DBFF [available]
DC00-DFFF [available]
Merupakan cadangan untuk untuk memori bagian atas yang akan digunakan oleh ISA.
1.    PCI/PNP IRQ Resource Exclusion
Reserve specified IRQ for by legacy ISA devices.
2.    Default Primary Video Adapter
Item ini berhubungan dengan PCI/VGA. Ketika menginstal AGP dan VGA pada waktu yang sama maka pilihlah default primary video adapter.
·         Cache Memory
Menentukan bagaimana mengkonfigurasikan spesifikasi block memory.
Memory cache = sets the state of the memory cache
·         Peripheral configuration
1.    Secured setup configurasi [no]
Memilh ‘YES’ jika ingin sistem setting posisinya aman dari perubahan yang dilakukan oleh sistem operasi.

2.    Local Bus IDE Adapter [enabled]
Enable the integrated localbus IDE adaptor.
3.    PS/2 Mouse [enabled]
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 mouse. Apabila PS/2 mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan.dengan disabled maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.
4.    Serial Port A [enabled]
Untuk mengkonfigurasikanserial port A dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [3F8]
Set the base I/O address for serial port A
* Interrupt [IRQ 4]
Set the interrupt for serial port A



5.    Serial port B [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan serial port B dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [2F8]
Set the base I/O address for serial port B
* Interrupt [IRQ 3]
Set the interrupt for serial port B
6.    Parallel port [enabled]
Digunakan untuk konfigurasi parallel port. Biasnya hanya ada satu channel parallel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan ‘disabled’ akan menyebabkan parallel port kita tidak aktif sedangkan pilihan lainya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan.

·         Mode [ECP]
Kita dapat men-set mode untuk port parallel dengan pilihan :
·         Output only
·         Bi-directional
·         EPP
·         ECP
·         Base I/O Address [378]
Set the base I/O address for the parallel port.
·         Interrupt
Set the interrupt for the parallel port.
·         DMA Channel [DMA 3]
Set the DMA channel for the parallel port.
7.    Floppy disk controller [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan the floppy disk controller dapat menggunakan pilihan:
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration

·         Advanced Chipset control
·         Enabled Memory Gap [disabled]
If enable,turn system RAM off to free address space for use with an option card. Either a 128 KB conventional memory gap,starting at 512 KB or a 1 MB extended memory gap,starting at 15 MB will be created in system RAM.
·         Graphics Aperture [64 MB]
Select the size of the graphics aperture for the AGP video device.
·         Memory Bank 0 [32 MB]
·         Memory Bank 1 [32 MB]
·         Memory Bank 2 [not installed]
·         DMI Event logging
Digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi DMI event log.
1.    Event Log validity [valid]
2.    Evnt Log Capacity [space available]

3.    View DMI Evrnt Log [enter]
Untuk menampilkan isi dari Dmi event log.
4.    Clear All DMI Event Log [no]
Aturlah pada posisi ‘yes’ untuk menghapus DMI event log setelah rebooting.
5.    Event Logging [disabled]
Pilihlah enabled untuk mendapatkan logging of DMI event.
6.    Mark DMI Event As Read [enter]

SECURITY MENU
Digunakan untuk menentukan kapan password akan ditanyaka.pilihan “setup” akan menyebabkan akan nditanyakan ketika BIOS setup dijalankan sedangkan pilihan “system” akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan Booting.
·         User Password [disabled]
·         Supervisor Password Is [disabled]
·         Set User Password [enter]
·         Set Supervisor Password [enter]
Supervisor Password controls access to the setup utility.
·         Password on boot [enabled]
Enabled pasword emntry on boot.

POWER MENU
·         Stand by Time out [20 minutes]
Sistem memerlukan sedikit waktu dalam mode sebelum memasuki mode stand by.mode stand by mematikanseluruh alat mencakup layer sampai kita men-start untuk menggunakan komputer lagi.
·         Resume on modem Ring [disabled]
System akan memberikan respon (bangun) manakala semacam sinyal yang terdeteksi oleh modem yang kita gunakan.
·         Resume on Time [disabled]
Sistem akan memberikan respon berdasarkan pada ukuran waktu.
·         Soft-off by power Button [delay 4 second]
When delay 4 second is selected, Press and hold the button for 4 second to make the system sofft off state. When instant off is selected preesing the button will make the system soft off state immediately. Soft off states is similar to power off stte but not exactly.

BOOT MENU
·         Summary Screen [disabled]
Display system configuration on boot.
·         Screen Logo Display [enabled]
Ddisplay the logo screen during boot.
·         Quick Boot Mode [enabled]
Pada AMI BIOS jika bagian diaktifkan maka AMIBIOS akan memangkas beberpa rutinitas pada saat POST sehingga dalam waktu kurang dari 5 detik komputer kita sudah melakukan booting.

·         Harddisk Pre-delay [disabled]
Menambahkan delay sebelum akses yang pertama dari suatu hard-disk oleh BIOS, beberapa harddisk hang jika dakses sebelum mereka mempunyai intialized sendiri,Delay ini memastikan harddisk mempunyai intiliazed setelah power up.
·         Set Boot Order
Select boot priority of boot device.
·         Hard Drive
·         Removable Devices
·         Network Boot
·         CD/DVD-ROM Drive
Beberapa menu diatas dapat dikonfigurasikan maupun ditampilkan dengan menggunakan beberapa tombol :
: expands or collapses devices with a + or –
: expands all
<+> and <-> : moves the devices up or down

EXIT MENU
Menu ini digunakan dari program BIOS
·         Exit saving Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem dan men-save konfigurasi kita pada CMOS.
·         Exit Discarding Changes
Digunakan untuk keluar dari system tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS.
·         Load Setup Defaults
Mengisi/Merubah semua menu yang ada pada setup item.
·         Discard Changes
Mengisi/Merubah nilai/menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item.
·         Save Changes
Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10.


Masalah BIOS
BIOS dapat rusak misalnya oleh masa pakai, penggunaan yang salah, dan virus misalnya virus CIH. BIOS sebenarnya dapat di perbaiki walaupun memerlukan resource lain, BIOS dapat di update firmwarenya (flashing). Proses perbaikan BIOS dapat dilakukan dengan melakukan pengcopian flash BIOS yang rusak pada MB yang identik dan sejenis. Flashing atau Update dapat berupa software yang dijalankan pada mode DOS dan lakukan setup software flashing yang didapatkan dari website MB bersangkutan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Naw-Kun - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -